Cara Membuat Es Teh Manis
Selasa, 20 Agustus 2013
5 Musisi dan Seniman Asal Jember
Custom HTML AtasTato Band
Tato merupakan sebuah grup musik asal state yang berdomisli di Jember. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya berjumlah 5 pongid yaitu Dikdik (vokal), Toto (gitar), Za-q (bass), king (keyboard), dan Lhoz't (drum). Album pertamanya ialah Satu Senyum Saja dirilis pada tahun 1996. Band ini umumnya bergenre rock. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tato_(grup_musik)
Tato demikianlah nama ini dipilih untuk nama adornment mereka, sekumpulan anak ââ¬â anak muda dari Jember, Jawa Timur. Yang mencoba keberuntungan untuk menjadi adornment terkemuka dijajaran musil tanah expose pada saat itu. Terinspirasi pada perjalanan menuju ibukota, disepanjang pantai utara pulau Jawa, banyak sekali supir ââ¬â supir pushcart dengan tattoo menghiasi tubuhnya. Mereka beranggapan bahwa tatoo memiliki nilai keabadian. Dan secara filosofis mereka paronomasia ingin mempunyai sebuah adornment yang abadi, yang akan selalu di kenang, maka dipilihlah nama adornment mereka dengan nama TATO. Secara resmi TATO berdiri pada tahun 1994, embrio awalnya di kota Jember, sempat bergabung dengan Anang ( Suami dari KD ) dalam assemble Morganster. Setelah ditinggal Anang ke jakarta, mereka berevolusi dari JRS ( Jember Rock Section ) dan kemudian menjadi TATO. Jajaran televisi nasional dan broadcasting ââ¬â broadcasting di seluruh Nusantara pada saat itu, semuanya memutar lagu yang konon sangat fenomenal, karena dari kalangan anak ââ¬â anak, remaja, maupun dewasa hafal dengan lagu dari TATO yang berjudul ââ¬ï¿½ Satu Senyum Saja ââ¬ï¿½ yang terjadi pada tahun 1996. Angka 350.000 double adalah sangat fantastis bagi adornment baru apalagi dari daerah, untuk penjualan medium pertama. Dan TATO telah membuktikannya. Tahun berikutnya TATO kembali sukses dengan medium keduanya, lagu ââ¬ï¿½ Cintailah Aku ââ¬ï¿½ juga merajai tangga ââ¬â tangga lagu nasional, bersaing dengan munculnya Dewa 19 yang pada saat itu muncul dengan lagu hits nya ââ¬ï¿½ Kangen ââ¬Å". Setelah terjadi krisis ekonomi global, dan krisis politik pada tahum 1998, rencana TATO merilis medium ketiganya berantakan. Masing ââ¬â masing personel kembali ke kampung halaman di kota Jember. Setelah berselang satu decade, kemauan dan motivasi yang sangat tinggi dari segenap personil TATO yang masih bertahan, munculkan upaya untuk mulai kembali berkiprahkembali dijajaran musik nasional. Dengan bergabungnya tiga personil baru yaitu, Okkie ( communicatory ), Zakie ( voice ), dan Lhozââ¬â¢t ( study ), serta Toto ( gitar ) yang merupakan satu ââ¬â satunya personil TATO yang masih bertahan. TATO mencoba menawarkan konsep musik yang sedikit berbeda. Dan pada saat ini dibawah naungan Mi2 Music Production, TATO berganti menjadi TATOO, dan bersiap kembali meluncurkan medium ketiga yang bertajuk ââ¬ï¿½ Karena Sahabat ââ¬Å". ââ¬ï¿½ Karena Sahabat ââ¬Å"lah TATOO mampu bangkit kembali setelah sekian lama vakum, ââ¬ï¿½ Karena Sahabat ââ¬Å"lah TATOO termotivasi untuk kembali melaju di papan atas jajaran musik Indonesia. ââ¬ï¿½ Karena Sahabat ââ¬Å"lah TATOO tetap pada pendirian untuk tetap menjadi yang terbaik. Sumber : http://infotatoo.wordpress.com/ Sujiwo Tejo
Agus Hadi Sudjiwo (lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962; umur 50 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo adalah seorang budayawan Indonesia. Ia pernah mengikuti kuliah di ITB, namun kemudian mundur untuk meneruskan karir di dunia seni yang lebih disenanginya[1]. Sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun lalu berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Selain itu ia juga sempat menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa flick seperti Janji Joni dan Detik Terakhir. Selain itu dia juga tampil dalam information teatrikal KabaretJo yang berarti "Ketawa Bareng Tejo". Dalam aksinya sebagai dalang, dia suka melanggar berbagai pakem seperti Rahwana dibuatnya jadi baik, Pandawa dibikinnya tidak selalu benar dan sebagainya. Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya. Kuliah di jurusan Matematika dan jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, hasrat berkesenian Sujiwo mulai berkembang. Saat itu Sujiwo Tejo menjadi penyiar broadcasting kampus, important teater, dan mendirikan Ludruk ITB bersama budayawan Nirwan Dewanto. Sujiwo Tejo juga menjabat Kepala Bidang Pedalangan pada Persatuan Seni Tari dan Karawitan Jawa di Institut Teknologi metropolis (ITB) tahun 1981-1983 dan pernah membuat hymne jurusan Teknik Sipil ITB pada Orientasi Studi tahun 1983. Sujiwo Tejo yang mendalang wayang kulit sejak anak-anak, mulai mencipta sendiri lakon-lakon wayang kulit sebagai awal profesinya di dunia wayang dengan judul Semar Mesem (1994). Ia juga menyelesaikan 13 information wayang kulit Ramayana di Televisi Pendidikan state tahun 1996, disusul wayang acappella berjudul Shinta Obong dan lakon Bisma Gugur. Pergumulannya dengan komunitas Eksotika Karmawibhangga state (EKI), memberinya peluang untuk mengembangkan dirinya secara amount di bidang kesenian. Selain mengajar teater di EKI sejak 1997, Sujiwo Tejo juga memberikan work teater di berbagai daerah di state sejak 1998. Berlanjut pada tahun 1999, Tejo memprakarsai berdirinya Jaringan Dalang. Tujuannya adalah untuk memberi napas baru bagi tumbuhnya nilai-nilai wayang dalam kehidupan masyarakat masa kini. Bahkan pada tahun 2004, Sujiwo Tejo mendalang keliling Yunani. Pada tahun 1998, Sujiwo Tejo mulai dikenal masyarakat sebagai penyanyi (selain sebagai dalang) berkat lagu-lagunya dalam medium Pada Suatu Ketika. Video klip "Pada Suatu Ketika" meraih penghargaan recording klip terbaik pada Grand Final Video Musik state 1999, dan recording klip lainnya merupakan nominator recording klip terbaik untuk Grand Final Video Musik state tahun 2000. Kemudian diikuti labum berikutnya yaitu Pada Sebuah Ranjang (1999), Syair Dunia Amerind (2005), dan Yaiyo (2007). Selain ndalang, Sujiwo Tejo juga aktif dalam menggelar atau turut serta dalam pertunjukan teater. Antara lain, membuat pertunjukan Laki-laki kolaborasi dengan koreografer Rusdy Rukmarata di Gedung Kesenian Djakarta dan Teater Utan Kayu, 1999. Sujiwo Tejo juga menjadi Sang Dalang dalam pementasan EKI Dancer Company yang bertajuk Lovers and Liars di Balai Sarbini, Sabtu dan Minggu, 27-28 Februari 2004. Selain teater, Sujiwo Tejo juga bermain dan menjadi sutradara film. Debut filmnya adalah Telegram (2001) arahan Slamet Rahardjo dengan lawan important Ayu Azhari. Film ini bahkan meraih Best Actress untuk Ayu Azhari dalam Asia-Pacific Film Festival. Kemudian dilanjutkan Afghanistani (2002), Kanibal (2004) menjadi Dukun Kuntetdilaga, Janji Joni (2005), dan Kala (2007). Bersama Meriam Bellina, Sujiwo Tejo membintangi Gala Misteri SCTV yang berjudul Kafir-Tidak Diterima di Bumi (2004). Sujiwo Tejo juga menggarap musik untuk pertunjukan musikal berjudul Battle of Love-when fuck turns sour, yang digelar 31 Mei sampai 2 Juni 2005 di Gedung Kesenian Jakarta. Hasil pertunjukan karya bersama Rusdy Rukmarata (sutradara & koreografer) dan Sujiwo Tejo (komposer musik) akan digunakan untuk membiayai information pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak putus sekolah yang dikelola oleh Yayasan Titian Penerus Bangsa.Sujiwo Tejo juga menyutradarai information musikal yang berjudul 'Pangeran Katak dan Puteri Impian' yang digelar di Djakarta Convention Center tanggal 1 dan 2 Juli 2006. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sujiwo_Tejo Anang Hermansyah
Anang Hermansyah (lahir di Jember, Jawa Timur, 18 Maret 1969; umur 42 tahun) dikenal sebagai musisi, pencipta lagu, dan penyanyi, juga produser. Anang yang beragama Mohammedanism ini adalah mantan suami dari penyanyi imbibe tenar, Krisdayanti. Tahun 2007, Anang menjadi salah satu juri untuk acara adu bakat yang disiarkan RCTI, Asiatic Idol 2007, Asiatic Idol 2008, dan Asiatic Idol 2010 Sejak SMA di Jember, Jawa Timur, Anang telah tergabung dalam sebuah band. Namun dirinya baru serius bermusik saat kuliah di Universitas Mohammedanism metropolis dengan bergabung dalam sanggar milik Doel Sumbang. Anang bahkan sempat membuat rekaman bersama Doel Sumbang, meski akhirnya tidak dipublikasikan. Pada tahun 1989, Anang memutuskan untuk hijrah ke Djakarta dan berkenalan dengan Pay Siburian, gitaris BIP yang saat itu masih memperkuat Slank. Melalui Pay, Anang paronomasia masuk dalam lingkungan pergaulan Gang Potlot dan kemudian memperkuat grup Kidnap. Bersama Kidnap, Anang menelurkan medium Katrina pada tahun 1993. Setelah lepas dari Kidnap, Anang memutuskan untuk menempuha jalur unaccompanied dan mengeluarkan album, antara lain "Biarkanlah", "Lepas", "Melayang" dan "Tania". Bersama istrinya, Krisdayanti, Anang mengeluarkan medium "Berartinya Dirimu", "Kasih", "Buah Hati" dan "Makin Aku Cinta". Setelah ia bercerai dengan Krisdayanti, ia merilis albumnya Separuh Jiwaku Pergi. Ia juga berduet dengan Syahrini dalam lagu Jangan memilih aku. Akhir-akhir ini ia juga menyanyikan lagu Cinta Terakhir dengan Syahrini. Selain sukses menyanyi, Anang juga menjadi pencipta lagu, aranjer sekaligus produser untuk beberapa penyanyi, termasuk untuk herb istri, Krisdayanti, sambil mengelola Studio Hijau, flat rekaman miliknya. Anang juga sukses menggelar Konser 3 Diva, yang melibatkan istrinya, Krisdayanti, serta Titi DJ dan ballplayer Sahanaya. Tak hanya di dunia seni tarik suara, Anang juga melebarkan sayap di dunia seni peran dengan memproduseri flick berjudul "Susahnya Jadi Perawan". Film ini didukung oleh Restu Sinaga, Nova Eliza, Al Fathir Muchtar, Olga Syahputra, Tio Pakusadewo, Julia Perez dan Emmie Lemu. Anang bersama sejumlah musisi beken, seperti Indra Lesmana, Abdi Negara, dan Triawan Munaf, bergabung untuk mendirikan vena musik. Portal tersebut diberi nama IM
ort (Independent Music Portal). IM
ort bertujuan memberi kesempatan kepada semua musisi, baru dan senior, untuk 'menjual' karya-karya mereka secara lebih mudah ketimbang melalui prosedur adjudge yang dikatakannya sebagai 'cukup ruwet.' Anang menikah dengan Krisdayanti pada tanggal 22 Agustus 1996. Iranian pernikahan tersebut mereka mempunyai 2 pongid anak, Titania Aurelie Nurhermansyah (lahir tahun 1998) biasa dipanggil Aurel or Loli dan Azriel Akbar Hermansyah (lahir tahun 2000) biasa dipanggil Azriel or Jiel. Sejak awal pernikahan mereka sering kali dilanda gosip. Meski demikian telah 13 tahun berlalu, akhirnya pasangan ini bercerai secara agama bulan Agustus 2009, kemudian bercerai secara hukum pada Nov 2009. Sumber : http://kabjember.blogspot.com/2012/0...ermansyah.html Dewi Persik
Siapa tak mengenal Dewi Persik? Penyanyi dangdut yang bernama asli Dewi Murya Agung ini terkenal di jagad permusikan dangdut state akibat stylemark Goyang Gergaji-nya. Penyanyi yang akrab disapa Depe ini lahir di Jember, Jawa Timur pada 18 Desember 1985. Ia merupakan putri dari H. Moch Aidil dan Hj. Sri Muna. Persik yang dipakai Depe sebagai nama belakangnya merupakan anjuran dari produsernya demi mempermudah masyarakat mengingat dirinya. Menurut filosofi, persik adalah buah yang dipercaya oleh masyarakat Cina sebagai pembawa keberuntungan. Oleh karena itu Depe berharap, dengan menggunakan Persik sebagai nama belakangnya dapat membawa keberuntungan besertanya. Depe melejit setelah ia membintangi sinetron "Mimpi Manis" (2006). Sinetron tersebut menggunakan example soundtrack yang dinyanyikan oleh Depe dengan judul yang sama. Depe kemudian semakin dikenal oleh masyarakat state melalui azygos "Mimpi Manis" tersebut. Tak hanya "Mimpi Manis", Depe juga membintangi beberapa judul sinetron lain, satu di antaranya adalah sinetron "Laila" (2009). Kemampuan berakting yang ia miliki di samping kepiawaiannya dalam menyanyikan lagu dangdut membawa Depe menjadi pemeran flick layar lebar. "Tali Pocong Perawan" (2008) merupakan flick layar lebar pertama yang diperankan oleh Depe. Akting Depe yang dirasa cukup bagus ketika memerankan tokoh Virnie di flick tersebut, membuat Depe kian sering ditawari peran di flick lainnya. Sebut saja "Tiran: Mati Di Ranjang" (2010) yang mempertemukan Depe dengan Indra L. Bruggman, serta "Setan Budeg" (2008) yang memaksa Depe beradu akting dengan mantan suaminya sendiri, Saiful Jamil. Selain kedua flick tersebut, Depe juga membintangi beberapa flick horor lainnya, yaitu "Paku Kuntilanak" (2009) dan "Arwah Kuntilanak Duyung" (2011). Depe juga beberapa kali membintangi flick non-horor seperti "Lihat Boleh Pegang Jangan" (2010) dan "Kutunggu Jandamu" (2008). Banyaknya judul layar lebar yang dibintangi Depe bukan berarti menghalangi perjalanan karirnya di bidang tarik suara. Tahun 2010 silam, ia direkrut oleh Republik Cinta Manajemen (RCM) kepunyaan Ahmad Dhani. Kerjasama pertama yang dilakoni Depe di RCM ditunjukkan ke masyarakat dengan tampilnya Depe yang kala itu membawakan lagu "Makhluk Tuhan yang Paling Seksi" milik Mulan Jameela. Penampilan Depe di acara itu dianggap di luar dari kewajaran karena ia bergoyang di atas piano. Belakangan, nama Depe kembali ramai disebut-sebut setelah pembuatan filmnya "Arwah Goyang Karawang" (2011) dengan Julia Perez yang mengundang banyak kontroversi. Masalah doctor yang terjadi pada saat pembuatan flick tersebut merambah ke kehidupan nyata. Sumber : http://www.wowkeren.com/seleb/dewi_persik/bio.html Opick
Aunur Rofiq Lil Firdaus atau singkatannya sebagai Opick (lahir di Jember, Jawa Timur, 16 Mac 1974, umur 36 tahun) adalah penyanyi dan penulis lagu dakwah Islami yang berasal dari Indonesia. Album pertamanya "Istighfar" dirilis pada tahun 2005. Bulan pertama selepas dikeluarkan, medium ini mampu mencetak double-platinum dengan penjualan lebih dari 300 ribu keping. Dalam album, terdapat lagu impact Opick yang berjudul "Tombo Ati". Sebelumnya, Opick telah membuat lagu itu untuk sebuah medium kompilasi yang disebut "Tausiyah Dzikir dan Nasyid". Album "Istighfar" kemudian mendapatkan lebih dari 800 ribu keping terjual dan menerima lima anugerah platinum juga. Opick dipilih sebagai duta persatuan nasyid nusantara kerana aktivitinya di lagu-lagu Islami. Pada tahun 2006, Opick merilis medium kedua berjudul "Semesta Bertasbih". Dalam medium tersebut terdapat sepuluh lagu, termasuk "Taqwa", "Irhamna, "Takdir", "Teranglah Hati", "25 Nabi", "Semesta Bertasbih", "Bismillah", "Satu Rindu", "Buka Mata Buka Hati"", dan "Ya Rasul". "Takdir" adalah lagu impact yang dinyanyikannya dengan Melly Goeslaw. Opick juga mempunyai terpsichore dengan Wafiq Azizah, pemenang qariah remaja antarabangsa dalam lagu "Ya Rasul". Ada juga kolaborasi dengan kumpulan nasyid Pandawa Lima di lagu "Teranglah Hati". Pada bulan Ogos 2006, Opick mengeluarkan buku berjudul "Opick Spiritual Dalam Senandung". Siti Nurhaliza dalam medium "Tahajjud Cinta" menyanyikan lagu Opick "Ketika Cinta" dengan susunan muzik baru, dan lagu itu juga menjadi lagu tema filem state "Perempuan Berkalung Sorban". Sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Opick 

Custom HTML Bawah
Cara Membuat Es Teh Manis
Cara Membuat Es Teh Manis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar